Revitalisasi Ruangan TK Pertiwi Desa Mekar Karya Disoal Warga

Kondisi pekerjaan Revitalisasi tiga ruang kelas di TK Pertiwi Desa Mekar Karya, (foto: Team)

LAMPUNG TIMUR – Program Revitalisasi PAUD Tahun 2026 di TK Pertiwi Desa Mekar Karya Kecamatan Waway Karya Kabupaten Lampung Timur disoal warga. Pasalanya, pekerjaan tersebut seperti menggunakan dana pribadi.

Seharusnya, setiap proyek Pemerintah yang menggunakan anggaran rakyat dari APBN atau APBD di setiap sekolah – sekolah harus di kerjakan secara transparan, termasuk dengan memasang papan anggaran Proyek.

Saat berada di lapangan, team media ini tidak menemukan papan anggaran proyek di lingkungan perkerjaan, namun terpasang sepanduk jika pekerjaan Program Revitalisasi PAUD Tahun 2026 itu di awasi Kejaksaan.

Hal tersebut memunculkan tanda tanya besar, apakah benar proyek di awasi oleh Kejaksaan, atau hanya untuk mengklaim jika proyek tersebut berjalan sesuai dengan ketentuan karena ada pengawasan dari Aparat Penegak Hukum (APH).

“Itu ada bener jika proyek di awasi Kejaksaan, kalau di awasi harusnya hal kecil seperti papan anggaran proyek di pasang dong, ini kok tidak ada. APH nya kemana?,” ungkap salah seorang warga, Senin (14/9/2026).

Reni, selaku Kepala Sekolah TK Pertiwi Desa Mekar Karya saat di hubungi via WhatsApp mengatakan, jika dirinya belum bisa untuk memberikan informasi kepada media ini terkait pekerjaan Revitalisasi yang sedang berjalan.

“Maaf mas saya belum bisa bertemu, sebab saya lagi menghantarkan berkas SPPG dan saya belum bisa dikompirmasi sampai hari Kamis, sebab kami masih mau Pelatihan,” kata Reni.

Kualitas bajaringan yang digunakan juga dipertanyakan, karena menurut beberapa masyarakat sekitar, bajaringan tidak berstandar SNI, ditambah pekerja Tampa menggunankan perlengkapan Alat Pelindung Diri (APD).

Sampai berita ini diterbitkan, Kepala Sekolah TK Pertiwi belum bisa memberikan informasi lebih lanjut terkait dengan proyek di Sekolah yang ia pimpin. (Muntiri)