LAMPUNG TIMUR – Program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026 di SDN 2 Sidorahayu Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur dipertanyakan kualitasnya, Kamis (17/9/2026).
Pasalnya, Kepala Sekolah Sukamto bungkam dan enggan menanggapi saat di konfirmasi terkait pekerjaan yang menggunakan uang rakyat tersebut.
“Saya gak tahu, tanya saja yang bekerja,” kata Sukamto kepada media ini.
Untuk diketahui, jika program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026 di SDN 2 Sidorahayu bernilai Rp770. 549. 364,- dan anggaran tersebut diambil dari APBN tahun 2026.
Salah satu warga mengatakan, jika material yang digunakan kurang berkualitas. Sehingga dikhatirkan akan beribas buruk saat bangunan di tempati.
“Lihat saja bang, itu pasir terlihat coklat kotor seperti campur tanah lempung, gak bersih. Kok bisa anggaran Rp 700 juta lebih matrialnya seperti itu, takutnya beresiko kalau sudah di tempati bagunannya,” jelasnya.
Sampai berita ini diterbitkan, Kepala Sekolah SDN 2 Sidorahayu masih tetap bungkam. Diharapkan, Aparat Penegak Hukum (APH) untuk turun ke lapangan mengecek langsung pembanguan yang menggunakan uang rakyat itu. (Muntiri)






