Transparansi Dana Sekolah Dipertanyakan, Kepala SDN 1 Teluk Pandan Bungkam dan Blokir Nomor Redaksi

Pesawaran, radarkota.id – Penggunaan dana pendidikan di lingkungan sekolah kembali menjadi sorotan publik. Kali ini perhatian mengarah kepada UPTD SDN 1 Teluk Pandan, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran.

Berdasarkan data yang diperoleh redaksi Radarkota.id, sekolah tersebut tercatat mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk kegiatan Sarana dan Prasarana (Sapras) serta pengembangan perpustakaan selama tiga tahun terakhir. Namun, hingga kini realisasi penggunaan anggaran tersebut menimbulkan pertanyaan karena belum terlihat adanya perubahan fisik maupun peningkatan fasilitas yang signifikan sebagaimana besaran dana yang telah dialokasikan.

Data yang dihimpun menunjukkan, anggaran Sarana dan Prasarana (Sapras) SDN 1 Teluk Pandan pada tahun 2023 sebesar Rp.29.737.700. Angka tersebut meningkat menjadi Rp.40.380.000 pada tahun 2024 dan kembali naik menjadi Rp.65.309.868 pada tahun 2025.

Jika diakumulasikan, total anggaran Sapras dalam kurun waktu tiga tahun mencapai Rp.135.427.568.

Besarnya anggaran tersebut memunculkan pertanyaan dari berbagai pihak terkait bentuk kegiatan yang telah direalisasikan. Berdasarkan hasil pengamatan lapangan dan informasi yang dihimpun redaksi dari sejumlah sumber, belum tampak adanya pembangunan fasilitas baru, rehabilitasi gedung sekolah, maupun peningkatan sarana penunjang pendidikan yang dinilai sebanding dengan besarnya anggaran yang digunakan.

Tidak hanya itu, anggaran pengembangan perpustakaan yang dialokasikan sekolah juga tergolong cukup besar. Pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp.66.450.000, kemudian meningkat menjadi Rp.76.290.300 pada tahun 2024, dan sebesar Rp.71.850.500 pada tahun 2025.

Dengan demikian, total anggaran pengembangan perpustakaan selama tiga tahun terakhir mencapai Rp.214.590.800.

Jumlah tersebut menimbulkan harapan sekaligus pertanyaan publik. Pasalnya, dengan anggaran yang mencapai lebih dari dua ratus juta rupiah, publik berharap terdapat peningkatan nyata terhadap layanan perpustakaan sekolah, baik melalui penambahan koleksi buku, pengadaan fasilitas literasi, perbaikan ruang perpustakaan, maupun program-program yang mampu meningkatkan budaya membaca peserta didik.

Secara keseluruhan, anggaran Sapras dan pengembangan perpustakaan yang dikelola SDN 1 Teluk Pandan dalam kurun waktu 2023 hingga 2025 mencapai Rp. 350.018.368.

Nilai yang tidak sedikit tersebut dinilai layak untuk diketahui publik secara terbuka, mengingat dana pendidikan bersumber dari anggaran negara yang penggunaannya harus mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam upaya memperoleh informasi yang berimbang, redaksi Radarkota.id telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala UPTD SDN 1 Teluk Pandan, “Meliana”, melalui pesan WhatsApp ke nomor 0853-83xx-xxx3 pada Selasa (2/6/2026).

Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan atas sejumlah pertanyaan yang disampaikan. Bahkan nomor yang digunakan redaksi untuk melakukan konfirmasi diketahui telah diblokir dan tidak lagi dapat menghubungi yang bersangkutan.

Ketiadaan klarifikasi dari pihak sekolah semakin memunculkan pertanyaan publik terkait realisasi penggunaan anggaran yang telah dialokasikan. Publik pun berharap pihak sekolah maupun instansi terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka guna menjamin transparansi pengelolaan dana pendidikan serta menghindari munculnya berbagai spekulasi di masyarakat.(*)